KARAWANG | RENGASDENGKLOKNEWS.COM | Beberapa hari lalu, warga Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat, sempat viral di media sosial usai melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan rusak sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah yang dianggap tak kunjung memperbaiki akses jalan mereka selama bertahun-tahun.
Kini, kabar terbaru yang tak kalah memprihatinkan kembali mencuat. Pada Selasa (22/4) siang, warga Kampung Citarik Babakan dan Parakan, Kecamatan Tirtamulya, justru harus mengurug jalan rusak secara mandiri usai menerima kiriman barangkal (material batu) dari pemerintah desa setempat.

Menurut informasi yang diterima, Kepala Desa Citarik dan Kepala Desa Parakan hanya mengirimkan masing-masing 3 unit mobil pickup kecil berisi barangkal ke lokasi.
Namun, yang membuat warga kecewa, tidak ada pekerja maupun petugas yang datang untuk mengerjakan perbaikan tersebut. Bahkan lebih miris lagi, warga diminta untuk menguruk jalan rusak itu sendiri tanpa diberikan imbalan sepeser pun.
“Katanya dikirimin bantuan batu, tapi ya gitu, cuma dikasih bahan aja, gak ada tukangnya, gak ada ongkosnya. Kita warga disuruh ngerjain sendiri,” keluh salah satu warga yang turut membantu menguruk jalan.
Kondisi ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat terhadap minimnya perhatian dan respons dari pihak berwenang terhadap infrastruktur dasar di wilayah Karawang, khususnya di Tirtamulya.
Warga berharap agar pihak kecamatan dan kabupaten segera turun tangan dan memberikan solusi nyata, bukan sekadar bantuan setengah hati.
( red )


