Karawang || Rengasdengkloknews.com – Dengan mengusung semangat “Sinergi Ilmu dan Aksi Nyata untuk Desa Berdaya”, sebanyak 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) memulai babak baru pengabdian masyarakat di Desa Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya. Selama lebih dari satu bulan, mereka tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menyatu dengan kehidupan warga melalui 16 program utama dan 2 kegiatan sosial keagamaan, yakni Pawai Obor 1 Muharram dan Santunan Anak Yatim 10 Muharram.
Berbekal semangat kolaborasi, para mahasiswa menghadirkan berbagai inovasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak SD hingga lansia, dari UMKM lokal hingga sistem digitalisasi pemerintahan desa.
1. Edukasi dan Literasi Digital: Mempersiapkan Generasi Masa Depan
Mahasiswa berkontribusi memperkuat kemampuan literasi dan teknologi masyarakat dengan program:
Cakap Digital untuk SMP – Siswa belajar menggunakan Microsoft Word dan Google Docs melalui praktik langsung.
PEDAS (Penjualan Digital Kripik Pare Semakin Cerdas) – Pendampingan UMKM lokal dalam branding dan pemasaran produk secara digital.
Cerdas Berbahasa dan Keuangan – Siswa SD diajarkan pentingnya literasi keuangan lewat program “Uangku Pilihanku” dan pelatihan menulis kreatif.
Belajar Bahasa Inggris Dasar – Anak-anak SD dikenalkan Bahasa Inggris melalui metode menyenangkan seperti lagu, permainan, dan percakapan sederhana.
2. Cinta Lingkungan dan Ketahanan Pangan: Menuju Desa Hijau dan Mandiri
Kesadaran lingkungan dan kemandirian pangan diwujudkan melalui:
Generasi Cinta Lingkungan – Edukasi anak-anak untuk mencintai alam sejak dini.
Pembudidayaan Cabai – Penanaman bibit cabai di pekarangan rumah sebagai solusi ketahanan pangan keluarga.
Lubang Resapan Biopori – Pembuatan biopori di titik-titik strategis desa untuk mencegah genangan dan menyuburkan tanah.
Bank Sampah – Sistem tabungan berbasis pengelolaan sampah, yang memberi manfaat ekonomi bagi warga.
3. Kesehatan dan Kesejahteraan: Hidup Sehat, Warga Bahagia
Mahasiswa juga fokus pada aspek kesehatan masyarakat:
SENADA (Senam Asik Bareng Desa) – Senam rutin setiap Jumat pagi yang melibatkan anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia.
Cegah Stunting Sejak Dini – Edukasi pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan bagi ibu balita, dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan (PMT).
4. Sosial Keagamaan dan Kebudayaan: Menjaga Tradisi, Memupuk Nilai
Untuk memperkuat nilai spiritual dan sosial, digelar program:
Pawai Obor 1 Muharram – Ribuan warga ikut serta menyambut Tahun Baru Islam dengan semangat kebersamaan.
Pengajian Anak-Anak – Kegiatan rutin berupa pembacaan doa, hafalan surat pendek, dan pelajaran akhlak.
5. Literasi dan Minat Baca: Taman Baca Sebagai Jendela Ilmu
Melalui pembentukan Taman Baca, anak-anak Desa Sindangmukti mendapat akses buku dan aktivitas edukatif setiap sore hari. Koleksi buku diperoleh dari donasi dan inisiatif mahasiswa, menjadi sarana hiburan dan pendidikan di tengah keterbatasan akses literatur.
6. Digitalisasi Pemerintahan Desa: SIMUKTI, Inovasi Teknologi untuk Desa
Mahasiswa juga membantu mewujudkan digitalisasi tata kelola desa dengan menciptakan:
SIMUKTI (Sistem Informasi Desa Sindangmukti) – Website resmi desa berisi data kependudukan, dokumentasi kegiatan, kanal pengaduan warga, dan informasi layanan publik. Platform ini menjadi tonggak awal menuju transparansi dan efisiensi layanan desa berbasis digital.
Seluruh program yang diinisiasi mahasiswa KKN UNSIKA dirancang agar berkelanjutan, mudah dilanjutkan oleh warga, dan membawa manfaat jangka panjang. Tak hanya menjadi bagian dari tugas akademik, program ini telah menjadi bukti bahwa peran mahasiswa bisa nyata dan berdampak langsung di masyarakat.
“Kami ingin kehadiran kami di desa bukan sekadar formalitas akademik, tapi menjadi bukti bahwa mahasiswa bisa hadir, bekerja, dan memberi dampak,”
ujar Ahmad Ali Nasim, Koordinator Mahasiswa KKN Desa Sindangmukti.
Reporter : Madun


