Sabtu, Januari 3, 2026
spot_img
BerandaBeritaGubernur Jabar Temukan Fakta Baru: Air Aqua di Subang Berasal dari Sumur...

Gubernur Jabar Temukan Fakta Baru: Air Aqua di Subang Berasal dari Sumur Bor, Bukan Mata Air Pegunungan

SUBANG | Dalam kunjungannya ke pabrik air minum Aqua di Kabupaten Subang pada Senin (20/10/2025), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap fakta menarik terkait sumber air yang digunakan oleh perusahaan tersebut.

Awalnya, Dedi beranggapan bahwa air yang diproduksi berasal dari mata air pegunungan, sebagaimana yang sering digambarkan dalam iklan produk air mineral. Namun, hasil peninjauan menunjukkan bahwa sumber air Aqua ternyata berasal dari sumur bor dalam yang mengambil air bawah tanah.

“Ini sumber air pengambilannya di mana? Ini sumur apa? Sumur produksi. Ngambil airnya dari sungai? Airnya dari bawah tanah, Pak. Oh, bukan air permukaan? Oke, berarti air bawah tanah diambil dari dalam, di bor, ya?” tanya Dedi saat melakukan inspeksi, sebagaimana terekam dalam video yang diunggah di kanal YouTube KDM pada Rabu (22/10/2025).

 

Dedi mengaku sempat terkejut dengan penjelasan tersebut.

“Saya kira selama ini airnya adalah air mata air, karena disebut air pegunungan. Ternyata semuanya diambil dari air bawah tanah melalui proses pengeboran,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mempertanyakan dampak pengambilan air bawah tanah terhadap kestabilan tanah dan potensi longsor di kawasan tersebut.

Pihak pabrik menjelaskan bahwa sumur bor yang digunakan memiliki kedalaman lebih dari 100 meter. Menanggapi hal itu, Dedi menilai bahwa eksploitasi air bawah tanah di daerah pegunungan perlu diawasi secara ketat karena berpotensi menimbulkan pergeseran tanah dan kerusakan lingkungan, terutama jika dilakukan dalam skala besar.

Selain itu, Dedi menyoroti kondisi lingkungan sekitar pabrik yang belakangan sering mengalami banjir dan longsor. Ia menduga fenomena tersebut turut dipengaruhi oleh perubahan struktur tanah akibat penebangan hutan serta pengambilan air tanah secara berlebihan.

Kunjungan ini pun menjadi perhatian publik setelah terungkap bahwa air mineral yang selama ini dikenal berasal dari pegunungan, ternyata tidak bersumber dari mata air alami, melainkan dari air bawah tanah hasil pengeboran dalam.

 

Reporter: Madun

Berita Lainnya
DAERAH
- Advertisment -spot_img
NASIONAL
POLRI

KRIMINAL

INDEKS

You cannot copy content of this page